MIMPI DA’IE PASTI AKAN MENJADI KENYATAAN

Posted: January 25, 2011 in Uncategorized

MIMPI yang saya maksudkan ialah SATU gagasan besar, cita-cita agung, angan-angan mulia yang luhur, yang karena besarnya gagasan itu, atau karena agungnya cita-cita itu, atau karena luhurnya angan-angan itu.

Dalam suatu pertemuan, ada seorang Ulama’ mengatakan: “La budda lil qaa-idi an yakuuna lahu ahlam, wa illa la yashluh an yakuuna qaa-idan”. Maksudnya: Seorang pemimpin harus mempunyai banyak mimpi, jika tidak, dia tidak layak menjadi pemimpin. Mendengar pernyataan seperti itu, kita akan terperanjat , benarkah begitu? Akan tetapi, sebelum kita mengingkari pernyataannya itu, cuba kita review apa-apa yang pernah kita ketahui tentang mimpi, ternyata, banyak juga dalil atau argumentasi yang dapat kita kemukakan untuk membenarkan pernyataan ulama’ tadi.

Pertama: Nabi Yusuf as pada waktu kecil telah bermimpi melihat sebelas bintang, satu matahari dan satu bulan bersujud kepadanya, dan ternyata mimpi itu kemudian menjadi kenyataan.(QS Yusuf [12]: 100).

Kedua: Nabi Yusuf as membuat strategi, mengorganisasi dan menjalankan program untuk menyelamatkan Mesir dan sekitarnya dari bahaya kelaparan juga berangkat dari mimpi sang raja yang dia ta’wil-kan (sesuai dengan ilmu yang Allah swt berikan kepadanya) menjadi “sebuah pengurusan strategi” yang sangat luar biasa.

Ketiga: mukaddimah dari turunnya wahyu kepada nabi Muhammad saw adalah ar-ru’yah ash-shadiqah (mimpi yang benar), yang menurut riwayat ummul mukminin ‘Aisyah ra (sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari): “beliau tidak melihat satu mimpipun kecuali seperti merekahnya fajar di pagi hari”.

Keempat: Salah seorang ulama’, pemikir, da’i dan mujaddid Islam yang bernama Hasan Al Banna, selalu mengingatkan murid-muridnya akan adanya satu kaidah sosiologi yang mengatakan bahwa: haqaa-iqul yaumi ahlaamul amsi, wa ahlaamul yaumi haqaa-iqul ghadi (kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari).

Kaedah ini terus menerus As Syahid doktrinkan kepada murid-muridnya, tentunya dengan berbagai argumentasi qur’an dan sunnah yang dia tetapkan sebagai rujukan utama gerakannya, sehingga, gerakan yang dia bangun itupun –menurut sumber majalah Al Mujtama’- sekarang telah tersebar ke lebih dari tujuh puluh negara di dunia, dimana gerakan seperti yang dia bangun itu, pada saat itu banyak yang menilainya sebagai gerakan kaum kuno, gerakan untuk merubah sesuatu yang mimpi yang mustahal, namun sedikit demi sedikit, hal-hal yang tadinya dianggap mimpi di siang hari itupun berubah menjadi kenyataan.

Salah satu penekanan penting yang dikemukakan oleh Hasan Al Banna adalah kisah pembebasan Bani Israil dari kekejaman rejim Fir’aun di Mesir. Bagaimana suatu bangsa yang sudah dizalimi sedemikian rupa, pada akhirnya mampu melepaskan dirinya dari kezaliman yang begitu dahsyat.

Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah,

Dunia sekarang telah dipenuhi oleh berbagai ketidak adilan, kezaliman, kerusakan dan pertikaian. Dalam skala Negara kita sahaja, tanda-tanda semakin menjauhnya agenda reformasi yang pada awalnya diusung oleh para DA’IE itu, bukannya semakin mendekat kepada kenyataan, akan tetapi bayang-bayang pun semakin jauh dari cita-cita itu.

Namun demikian, kita tidak boleh berputus asa, kita harus senantiasa optimis, bahwa malam tidak akan selamanya malam, ia pasti akan berganti dengan merekahnya fajar, bukan fajar kadzib (fajar dusta, fajar yang setelah terang benderang gelap lagi), tapi fajar shadiq, fajar yang benar, fajar yang berlanjut dengan munculnya suria, munculnya mentari yang menyinari berbagai permukaan bumi, dan secara perlahan mengusir kegelapan malam yang tadinya begitu menyelimuti. Kita harus tetap tegar, tabah dan tsabat dalam mengusung cita-cita besar kita, cita-cita liyuzh-hirahu ‘alad-diini kullihi (QS At-Taubah [9]: 33, Al Fath [48]: 28, dan Ash-Shaff [61]: 9), cita-cita hatta la takuuna fitnatun wa yakuunad-diinu (kulluhu) lillah (QS Al Baqarah [2]: 193, Al Anfal [8]: 39), dan cita-cita khaira ummatin ukhrijat linnaas (QS Ali Imran [3]: 110).

Advertisements
Comments
  1. yoep mohd haidar says:

    selesai membaca nukilan saudara…tiada perlunya lagi ana bertanyakan khabar halnya saudara. Mabruk Ustaz Hafez!…”khabarmu..khabarku jua, mimpimu..mimpi kita semua”

  2. Abu Robbani says:

    saya menitikkan air mata membacanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s